Monday, 26 May 2014

Memberikan Pencahayaan atau Iluminasi Pada Peta

Dalam membuat sebuah peta, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah faktor keindahan atau estetika. Sebagai contoh dalam menampilkan peta bathymetri, akan lebih baik bila kita memberikan pencahayaan pada peta. Selain hasilnya lebih baik, pencahayaan pada peta bathymetri juga akan menampilkan gradasi warna yang lebih realistis dan peta tersebut lebih terlihat 3 dimensi.



Friday, 9 May 2014

Slab 3D Dengan GMT

Pada postingan sebelumnya, saya telah membagikan script untuk menampilkan peta slab subduksi. Kali ini saya akan berbagi cara menampilkan model slab subduksi tersebut secara 3 dimensi. Sebelumnya downloadlah data model slab subduksi dari USGS disini serta data topografi disini. Saya menggunakan GMT 5.1.0, untuk GMT versi sebelumnya mungkin akan ada command yang tidak akan berjalan.



Monday, 5 May 2014

Membuat Cross Section Model Slab Subduksi, Seismisitas dan Mekanisme Fokal

Setelah sekian lama hibernasi, kali ini saya akan berbagi cara membuat cross section model slab subduksi, seismisitas dan mekanisme fokal. Kali ini saya akan menggunakan GMT versi 5.1.0. Untuk GMT versi 4 mungkin akan ada beberapa script yang tidak akan berjalan dengan baik. Materi kali ini sebenarnya adalah gabungan dari materi-materi postingan sebelumnya. Sebelumnya downloadlah data model slab subduksi dari USGS disini dan batasnya disini, data topografi disini, serta data batas zona subduksi disini




Monday, 3 February 2014

Melihat Kegempaan Di Indonesia 100 Tahun Terakhir Dengan EQ Viewer

Kali ini saya akan berbagi software yang saya buat sendiri, yaitu EQ Viewer. Software ini saya buat dengan ArcGIS 10.1 dan Carrymap. Software ini dapat digunakan untuk melihat aktivitas kegempaan di Indonesia dan zona-zona yang berpotensi terjadi gempa. Pada software ini, saya menggunakan data gempa dari tahun 1900 sampai Januari 2014 dari katalog USGS yang saya bagi menurut kedalaman dan magnitudenya. Data dan parameter patahan/fault, thrust/back arc, subduction dan zona megathrust saya digitasi dari "Ringkasan Hasil Studi Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010". Data DEM (digital elevation model) saya menggunakan ETOPO1 dengan resolusi 1 menit dari NOAA. Untuk zona Flinn-Engdahl saya mendapatkannya dari rekan saya Pak Sofyan dari Stageof Palu. Anda juga dapat memasukkan data gempa anda sendiri. Caranya dengan merubah format data anda menjadi format KML atau KMZ. Selanjutnya gunakan fitur import pushpin untuk memasukkan data anda.




Tuesday, 28 January 2014

Model Slab Subduksi dan Cross Sectionnya

Kali ini saya akan berbagi cara menampilkan model slab subduksi dan cross sectionnya. Model yang saya pakai adalah Slab 1.0 dari USGS. Slab1.0 sendiri adalah hasil kompilasi tiga dimensi dari subduksi global dan dipisahkan menjadi model regional untuk masing-masing zona subduksi utama. Setiap model didasarkan pada pencocokan probabilistik non-linear dari data katalog gabungan yang terdiri dari beberapa set data independen - katalog gempa bersejarah, solusi CMT, profil seismik aktif, batas lempeng global, batimetri dan informasi ketebalan sedimen. (Sumber:USGS)

Sebelumnya download dahulu data slab disini dan data topografi disini serta data batas zona subduksi disini. Data yang saya gunakan adalah data subduksi region Sumatra-Jawa dengan format netCDF sedangkan data topografi dan bathimetri didapat dari GEBCO.




Saturday, 9 November 2013

Membuat Cross Section Mekanisme Fokal dengan GMT

Mulai postingan kali ini dan selanjutnya, saya akan menggunakan GMT versi tebaru yaitu GMT versi 5.1.0. Bagi yang masih menggunakan GMT versi 4.x.x kemungkinan akan mendapatkan hasil yang berbeda dan perlu sedikit modifikasi pada command anda agar mendapatkan hasil yang sama.

Kali ini saya akan berbagi cara untuk membuat cross section dari mekanisme fokal dengan GMT. Perintah yang digunakan untuk membt cross section ini adalah pscoupe. Langkah pertama downloadlah data mekanisme fokal, pada contoh ini saya mendapatkan data dari GlobalCMT.

Wednesday, 17 July 2013


Sunday, 16 June 2013

Instalasi GMT pada Ubuntu 12.04

Kali ini saya akan berbagi cara menginstall GMT di Ubuntu 12.04. Untuk mendapatkan GMT kita bisa langsung dari website GMT. Berikut adalah langkah-langkahnya :



Saturday, 15 June 2013

Konversi Shapefile Menjadi Format GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara mengkonversi data shapefile (SHP) menjadi format GMT agar bisa diplot menggunakan GMT. Pertama-tama, downloadlah software ogr2gui disini dan disini. Setelah itu ekstrak kedua file tersebut dan jadikan dalam satu folder. Selanjutnya jalankan software tersebut. Pada bagian source masukkan file SHP yang akan anda konversi dan pada bagian target pilih format GMT dan beri nama filenya. Selanjutnya klik tombol Execute. Selesailah sudah konversinya.




Sunday, 9 June 2013

Plotting Sinyal Gempa Dengan GMT

Kali ini saya akan berbagi cara menampilkan sinyal gempa dengan GMT. Sebelumnya carilah event gempa yang anda inginkan, selanjutnya carilah sinyal dari event tersebut disini atau disini. Data yang anda download nantinya akan berformat SEED. Rubahlah menjadi format ASCII dan pisahkan menurut komponen-komponennya. Berikut adalah contoh data yang sudah saya rubah menjadi ASCII dan dipisah menurut komponenya. Data tersebut adalah data event gempa tanggal 1 Juli 2011 dari stasiun Lembang (LEM). Panjang data adalah 73 sekon. Episenter gempa terletak pada koordinat 108.82 BT - 8.19 LS. Selain itu dapat anda tambahkan pula data mekanisme fokal dari Global CMT. Berikut adalah data mekanisme fokal yang saya dapatkan :
108.82 -8.19 103 -3.72 5.55 -1.83 5.82 -1.70 0.29 24 104 -11 010177A          
Simpan dengan nama "jawa.gmt".
Episenter gempa terletak pada kolom 1 dan 2. Tetapi saya akan memplotnya pada koordinat di kolom 11 dan 12.
Sedangkan data episenter gempa yang saya dapatkan adalah :
2011    7    1    14    33    22.8  -8.19    108.82   103    4.6    4.6
Simpan dengan nama "maineq.dat".


Membuat Peta Anomali Gravitasi dan Magnetik Dengan GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara membuat peta anomali gravitasi dan magnetik. Sebelumnya downloadlah data gravitasi dan magnet dahulu. Ada banyak model data gravitasi dan magnetik yang bisa anda download. Contohnya seperti di TOPEX, EarthByte dan NOAA untuk data gravitasi, dan GEOMAG untuk data magnet. Pada contoh kali ini saya akan menggunakan data gravitasi dari Earthbyte dan data model magnet EMAG3 dari GEOMAG.

Sebelum anda buat petanya, pertama harus anda pahami format data yang akan anda download. Pada data gravitasi dari EarthByte, format datanya adalah netCDF dengan satuan mGal. Data tersebut dikali 10 oleh EarthByte, sehingga kita harus membaginya dengan 10 kembali agar didapat nilai aslinya. Untuk membagi data tersebut kita gunakan perintah "grdmath".

Sedangkan pada data model magnetik EMAG3 dari GEOMAG format datanya adalah ASCII. Sehingga anda harus melakukan gridding untuk menampilkannya di peta. Sebelum melakukan gridding, data tersebut harus difilter dengan perintah "blockmean", "blockmedian", atau "blockmode". Setelah itu baru dilakukan gridding dengan perintah "surface".

Monday, 3 June 2013

Membuat Peta Hyposenter Gempa Dengan GMT

Kali ini saya akan berbagi cara membuat peta hyposenter dengan GMT. Sebenarnya cara berikut tidak terbatas pada data gempa saja, tetapi bisa dilakukan pada semua data yang memiliki data elevasi . Sebelumnya buatlah data gempa seperti berikut :
 PDE    1973  01 02 005320.30  -9.85  117.43  66  5.5 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 02 022709.20   1.03  126.21  61  5.4 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 07 221702.60   5.68  127.30  79  5.1 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 09 061425.30   6.98  126.15  51  5.3 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 13 111020.40  -2.70  101.27 105  5.2 mbGS    ... .......      
.............................................................
Simpan dengan nama "gempa.xyz".
Kolom yang kita pakai adalah kolom ke 7 dan 6 untuk koordinat, kolom ke 8 untuk data elevasi, dan kolom 9 untuk klasifikasi warna berdasarkan magnitude. Anda dapat merubah format data diatas, tetapi anda juga harus merubah script "gawk" agar sesuai dengan kolom yang anda buat.


Saturday, 1 June 2013

Seleksi Data Spasial Dengan GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan menunjukkan cara melakukan seleksi data berdasarkan koordinatnya. Saya menggunakan data gempa di Indonesia dan akan saya beri warna merah untuk gempa di laut dan kuning untuk gempa di darat. Serta warna hijau untuk gempa dengan radius 750 km dari kota Palu, dan warna putih untuk gempa dengan batas poligon di Sumatera. Untuk melakukan seleksi data, perintah yang digunakan adalah "gmtselect".