Tuesday, 28 January 2014

Model Slab Subduksi dan Cross Sectionnya

Kali ini saya akan berbagi cara menampilkan model slab subduksi dan cross sectionnya. Model yang saya pakai adalah Slab 1.0 dari USGS. Slab1.0 sendiri adalah hasil kompilasi tiga dimensi dari subduksi global dan dipisahkan menjadi model regional untuk masing-masing zona subduksi utama. Setiap model didasarkan pada pencocokan probabilistik non-linear dari data katalog gabungan yang terdiri dari beberapa set data independen - katalog gempa bersejarah, solusi CMT, profil seismik aktif, batas lempeng global, batimetri dan informasi ketebalan sedimen. (Sumber:USGS)

Sebelumnya download dahulu data slab disini dan data topografi disini serta data batas zona subduksi disini. Data yang saya gunakan adalah data subduksi region Sumatra-Jawa dengan format netCDF sedangkan data topografi dan bathimetri didapat dari GEBCO.




Saturday, 9 November 2013

Membuat Cross Section Mekanisme Fokal dengan GMT

Mulai postingan kali ini dan selanjutnya, saya akan menggunakan GMT versi tebaru yaitu GMT versi 5.1.0. Bagi yang masih menggunakan GMT versi 4.x.x kemungkinan akan mendapatkan hasil yang berbeda dan perlu sedikit modifikasi pada command anda agar mendapatkan hasil yang sama.

Kali ini saya akan berbagi cara untuk membuat cross section dari mekanisme fokal dengan GMT. Perintah yang digunakan untuk membt cross section ini adalah pscoupe. Langkah pertama downloadlah data mekanisme fokal, pada contoh ini saya mendapatkan data dari GlobalCMT.

Wednesday, 17 July 2013


Sunday, 16 June 2013

Instalasi GMT pada Ubuntu 12.04

Kali ini saya akan berbagi cara menginstall GMT di Ubuntu 12.04. Untuk mendapatkan GMT kita bisa langsung dari website GMT. Berikut adalah langkah-langkahnya :



Saturday, 15 June 2013

Konversi Shapefile Menjadi Format GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara mengkonversi data shapefile (SHP) menjadi format GMT agar bisa diplot menggunakan GMT. Pertama-tama, downloadlah software ogr2gui disini dan disini. Setelah itu ekstrak kedua file tersebut dan jadikan dalam satu folder. Selanjutnya jalankan software tersebut. Pada bagian source masukkan file SHP yang akan anda konversi dan pada bagian target pilih format GMT dan beri nama filenya. Selanjutnya klik tombol Execute. Selesailah sudah konversinya.




Sunday, 9 June 2013

Plotting Sinyal Gempa Dengan GMT

Kali ini saya akan berbagi cara menampilkan sinyal gempa dengan GMT. Sebelumnya carilah event gempa yang anda inginkan, selanjutnya carilah sinyal dari event tersebut disini atau disini. Data yang anda download nantinya akan berformat SEED. Rubahlah menjadi format ASCII dan pisahkan menurut komponen-komponennya. Berikut adalah contoh data yang sudah saya rubah menjadi ASCII dan dipisah menurut komponenya. Data tersebut adalah data event gempa tanggal 1 Juli 2011 dari stasiun Lembang (LEM). Panjang data adalah 73 sekon. Episenter gempa terletak pada koordinat 108.82 BT - 8.19 LS. Selain itu dapat anda tambahkan pula data mekanisme fokal dari Global CMT. Berikut adalah data mekanisme fokal yang saya dapatkan :
108.82 -8.19 103 -3.72 5.55 -1.83 5.82 -1.70 0.29 24 104 -11 010177A          
Simpan dengan nama "jawa.gmt".
Episenter gempa terletak pada kolom 1 dan 2. Tetapi saya akan memplotnya pada koordinat di kolom 11 dan 12.
Sedangkan data episenter gempa yang saya dapatkan adalah :
2011    7    1    14    33    22.8  -8.19    108.82   103    4.6    4.6
Simpan dengan nama "maineq.dat".


Membuat Peta Anomali Gravitasi dan Magnetik Dengan GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara membuat peta anomali gravitasi dan magnetik. Sebelumnya downloadlah data gravitasi dan magnet dahulu. Ada banyak model data gravitasi dan magnetik yang bisa anda download. Contohnya seperti di TOPEX, EarthByte dan NOAA untuk data gravitasi, dan GEOMAG untuk data magnet. Pada contoh kali ini saya akan menggunakan data gravitasi dari Earthbyte dan data model magnet EMAG3 dari GEOMAG.

Sebelum anda buat petanya, pertama harus anda pahami format data yang akan anda download. Pada data gravitasi dari EarthByte, format datanya adalah netCDF dengan satuan mGal. Data tersebut dikali 10 oleh EarthByte, sehingga kita harus membaginya dengan 10 kembali agar didapat nilai aslinya. Untuk membagi data tersebut kita gunakan perintah "grdmath".

Sedangkan pada data model magnetik EMAG3 dari GEOMAG format datanya adalah ASCII. Sehingga anda harus melakukan gridding untuk menampilkannya di peta. Sebelum melakukan gridding, data tersebut harus difilter dengan perintah "blockmean", "blockmedian", atau "blockmode". Setelah itu baru dilakukan gridding dengan perintah "surface".

Monday, 3 June 2013

Membuat Peta Hyposenter Gempa Dengan GMT

Kali ini saya akan berbagi cara membuat peta hyposenter dengan GMT. Sebenarnya cara berikut tidak terbatas pada data gempa saja, tetapi bisa dilakukan pada semua data yang memiliki data elevasi . Sebelumnya buatlah data gempa seperti berikut :
 PDE    1973  01 02 005320.30  -9.85  117.43  66  5.5 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 02 022709.20   1.03  126.21  61  5.4 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 07 221702.60   5.68  127.30  79  5.1 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 09 061425.30   6.98  126.15  51  5.3 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 13 111020.40  -2.70  101.27 105  5.2 mbGS    ... .......      
.............................................................
Simpan dengan nama "gempa.xyz".
Kolom yang kita pakai adalah kolom ke 7 dan 6 untuk koordinat, kolom ke 8 untuk data elevasi, dan kolom 9 untuk klasifikasi warna berdasarkan magnitude. Anda dapat merubah format data diatas, tetapi anda juga harus merubah script "gawk" agar sesuai dengan kolom yang anda buat.


Saturday, 1 June 2013

Seleksi Data Spasial Dengan GMT

Pada kesempatan kali ini, saya akan menunjukkan cara melakukan seleksi data berdasarkan koordinatnya. Saya menggunakan data gempa di Indonesia dan akan saya beri warna merah untuk gempa di laut dan kuning untuk gempa di darat. Serta warna hijau untuk gempa dengan radius 750 km dari kota Palu, dan warna putih untuk gempa dengan batas poligon di Sumatera. Untuk melakukan seleksi data, perintah yang digunakan adalah "gmtselect".



Thursday, 23 May 2013

Interpolasi Surface dan Clip Peta Dengan GMT

Untuk artikel kali ini, saya akan berbagi cara melakukan interpolasi dengan GMT. Di dalam GMT sendiri ada beberapa perintah untuk melakukan interpolasi, tapi kali ini yang akan saya bahas adalah dengan perintah surface. Beberapa perintah yang digunakan kali ini adalah blockmean dan surface. Blockmean digunakan untuk melakukan filter data. Selain blockmean bisa pula digunakan perintah blockmedian dan blockmode, semua ini dianjurkan sebelum melakukan perintah surface agar nantinya tidak terjadi kesalahan data. Keterangan lebih lengkap bisa dibaca di manual GMT bagian blockmedian, blockmean, dan blockmode.

Monday, 20 May 2013

Menghitung Jarak Dengan GMT

Akhirnya bisa posting lagi setelah beberapa hari nggak ada postingan. Maklum, nemu mainan baru di laptop.. :D . Oke, pada postingan kali ini, saya akan berbagi cara menghitung jarak dengan GMT. Jika pada ArcGIS kita tinggal tarik-tarik garis antar titik yang mau diukur jaraknya, tidak seperti itu pada GMT. Kita perlu menggunakan perintah grdmath untuk menghitung jarak lingkaran dari node-node pada grid terhadap suatu koordinat (lintang, bujur) dalam derajat, sehingga perlu kita kali dengan 111.13 agar menjadi kilometer (1 derajat = 111.13 km). Selanjutnya menggunakan perintah grdtrack untuk melakukan sampling file grid 2D sepanjang suatu garis (dalam hal ini jarak antar titik).



Wednesday, 15 May 2013

Membuat Peta 3D Dengan GMT

Pada postingan kali ini, saya akan berbagi cara membuat peta 3 dimensi dengan GMT. Selain itu saya tampilkan juga cara mengatur parameter-parameter GMT sepeti mengatur ukuran kertas, ukuran font dan jenis font. Serta saya berikan juga cara melakukan resampling data grid. 




Tuesday, 14 May 2013

Membuat Cross Section Gempa Dengan GMT

Cross section atau irisan melintang kadang diperlukan untuk melihat sebaran gempa di suatu wilayah dan untuk melihat kemiringan penunjaman lempeng. Kali ini saya akan berbagi cara membuat cross section tersebut. Sebelumnya buatlah file text berisi data gempa. Berikut adalah contoh data gempa yang saya miliki :
 PDE    1973  01 02 005320.30  -9.85  117.43  66  5.5 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 02 022709.20   1.03  126.21  61  5.4 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 07 221702.60   5.68  127.30  79  5.1 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 09 061425.30   6.98  126.15  51  5.3 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 13 111020.40  -2.70  101.27 105  5.2 mbGS    ... .......     
 PDE    1973  01 16 054257.90   0.54  125.96  15  5.3 mbGS    ... .......     
..............................................................................