Sunday, 18 December 2016



Monday, 12 December 2016

Membuat Windrose dengan psrose

Setelah sebelumnya saya berbagi cara membuat diagram sektor, kali ini saya kan berbagi cara membuat windrose. Windrose adalah diagram yang menggambarkan informasi mengenai kecepatan dan arah angin pada suatu lokasi tertentu. Digambarkan dalam format melingkar dengan skema frekuensi angin yang berhembus dari arah tertentu. Panjang setiap mahkota menunjukkan tingkat frekuensi berhembusnya angin dari arah tersebut, bernilai nol di pusat dan terus meningkat hingga tepi (kata Wikipedia).


 

Sunday, 11 December 2016

Membuat Polar Histogram dengan psrose

Setelah sekian lama, kali ini saya akan membagikan cara membuat polar histogram dengan perintah psrose. Perintah psrose dapat digunakan untuk membuat diagram rose, sektor, atau windrose. GMT yang saya gunakan kali ini adalah GMT 5. Ada dua data yang diperlukan oleh psrose, data tersebut adalah panjang dan azimuth vektor. 



Friday, 14 August 2015

Membuat Grafik 3D

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan cara membuat grafik 3D yang dioverlay dengan peta. Data yang akan saya buat grafiknya adalah data kejadian tsunami di Indonesia. Data yang dipakai pada contoh ini hanya perkiraan saja.


Saturday, 20 June 2015

Membuat Animasi Dengan GMT

Kali ini saya akan berbagi cara membuat animasi dengan GMT. Untuk membuat animasi, kita menggunakan program tambahan yaitu ImageMagick. Sebelumnya, download ImageMagick disini. Kemudian ekstrak dan letakkan di folder C:\programs. Selanjutnya lakukan setting environment dengan cara masuk ke Control Panel > System and Security > System. Klik Advanced system settings. Pada tab Advanced klik Environment Variables. Kemudian pada User Variables klik path dan edit. Pada Variable value tambahkan ";C:\programs\ImageMagick-6.9.1-5" tanpa tanda petik dan ingat untuk menggunakan tanda ";" sebelum lokasi folder. Atau sesuaikan dengan versi ImageMagick anda. Disini instalasi ImageMagick selesai.



Monday, 25 May 2015

Membuat Peta Kontur Model IGRF

Sekian lama tidak diupdate, kali ini saya akan berbagi cara membuat peta kontur intensitas medan magnet dari model IGRF (International Geomagnetic Reference Field). Terinspirasi dari pertanyaan kawan yang menanyakan cara mengambil data IGRF di beberapa lokasi sekaligus, saya kembangkan menjadi cara membuat peta kontur intensitas medan magnetnya. Perlu diketahui bahwa model IGRF diupdate setiap 5 tahun sekali. Di GMT 5 (GMT 5.1.0) telah tersedia data IGRF dari tahun 1900-2015. Sehingga data yang bisa digunakan hanya sampai tanggal 1 Januari 2015. Di versi terbaru dari GMT 5 (GMT 5.1.2) mungkin hal ini telah diupdate. Saya sendiri belum mencoba GMT 5.1.2.

Disini kita menggunakan perintah "mgd77magref" untuk mengambil data IGRF. Contoh syntax modul ini adalah:

echo 98 3.5 | mgd77magref -A+a1+t1989-10-29T10:00:00 -Frt/0

98    3.5     41464.6232039

Saturday, 21 March 2015

Install Geopsy di Ubuntu

Geopsy adalah software yang digunakan untuk pengolahan sinyal seismik. Software ini adalah software open source dan dapat diinstall di sistem operasi Windows, Linux, maupun Mac. Kali ini saya akan menjelaskan cara menginstal Geopsy di Ubuntu. Geopsy yang saya akan install adalah versi 2.7.0 di Ubuntu 14.04 LTS 64 bit.



Thursday, 11 December 2014

Install GMT 5 Pada Ubuntu

Untuk menginstal rilis terbaru GMT 5 pada Ubuntu, kita dapat mendownloadnya di website GMT atau menggunakan subversion. Kali ini saya akan menggunakan subversion untuk menginstal versi terbaru GMT.

Pertama, install subversion, cmake, dan library pendukung lainnya. Kemudian jalankan subversion.

sudo apt-get install subversion
sudo apt-get install cmake
sudo apt-get install libnetcdf-dev
svn checkout svn://gmtserver.soest.hawaii.edu/gmt5/trunk gmt5-dev

Subversion akan membutuhkan waktu yang agak lama untuk mendownload file-file GMT tergantung kecepatan koneksi internet anda. Setelah selesai, akan terbentuk folder gmt5-dev di /home. Selanjutnya downloadlah file-file GSHHG dan DCW. Ekstrak GSHHG dan rename foldernya dengan nama "coast" dan salin ke gmt5-dev/share. Begitu juga dengan DCW, ekstrak dan rename foldernya dengan nama "dcw" dan salin ke gmt5-dev/share.

Monday, 8 December 2014

Menampilkan Relief Bathymetri Pada Peta

Setelah sekian lama vakum, kali ini saya akan menjelaskan cara untuk menampilkan relief bathymetri pada peta. Pada contoh ini, saya menggabungkan antara data usia kerak samudera global dengan relief bathymetri. Perhatikan pada peta dibawah. Wilayah di sebelah kiri bujur 80 derajat hanya menampilkan data usia kerak samudera, sedangkan data di sebelah kanan bujur 80 derajat menampilkan data usia kerak samudera yang digabung dengan relief bathymetri. Data usia kerak samudera global didapat dari EarthByte dan data bathymetri dari GEBCO. Saya menggunakan GMT versi 5.

 


Saturday, 21 June 2014

Menampilkan Globe dan Membuat Animasi Dengan Matlab dan GMT

Selain membuat peta 2 dimensi biasa, GMT juga dapat membuat peta berbentuk globe. Ini dapat kita atur dengan memilih proyeksi yang tepat, yaitu dengan tipe proyeksi Azimuthal. Pada contoh berikut saya menggunakan proyeksi Orthographic yang merupakan salah satu jenis dari tipe proyeksi Azimuthal. Data yang dipakai pada contoh berikut adalah data topografi ETOPO5 dan data seismic hazard dari GSHAP. Data dapat didownload di link berikut:


Tuesday, 17 June 2014

Menampilkan Data Berformat KML di GMT

KML (Keyhole Markup Language) adalah format data yang sering kita gunakan dalam membuat peta, umunya dengan menggunakan Google Earth. Namun GMT juga bisa digunakan untuk menampilkan data berformat KML ini. Pada contoh kali ini, saya menggunakan data petir dari Stasiun Geofisika Tuntungan tanggal 1 Agustus 2012. Data petir tersebut saya bagi menjadi dua file, yaitu CG- dan CG+ menggunakan Google Earth. Tujuannya untuk membedakan  muatan petir tersebut saat diplot di GMT. Pada contoh berikut, saya menampilkan data CG- dengan simbol petir berwarna oranye, sdangkan CG+ dengan warna kuning.



Thursday, 12 June 2014

Menentukan Arah Vektor Subduksi Pada Data Trench GMT

Data trench atau penunjaman lempeng yang didapat dari UTIG (University of Texas at Austin, Institute for Geophysics) yang biasa digunakan pada GMT tidak dilengkapi dengan arah penunjamannya. Sehingga kita harus sedikit memodifikasi file trench yang kita dapat dari UTIG tersebut. Biasanya kita menggunakan perintah psxy -Sf0.4i/0.08i+l+t untuk menampilkan arah vektor penunjamannya. Angka 0.4i adalah jarak antar simbol yang menunjukkan arah vektor penunjaman sedangkan 0.08i adalah ukuran dari simbol tersebut. Huruf "t" menunjukkan bahwa simbol tersebut berbentuk segitiga (triangle). Bisa juga menggunakan simbol lain seperti "b" (box), "c" (circle), "f" (fault), atau "s" (slip). Simbol slip biasanya digunakan untuk menampilkan pergeseran dari sesar mendatar. Huruf "l" menunjukkan bahwa simbol menghadap ke kiri.

Persoalannya adalah ketika kita menggunakan perintah psxy -Sf0.4i/0.08i+l+t tersebut, maka semua arah vektor akan menghadap ke kiri. Padahal ada juga arah vektor ke kanan. Untuk mengatasinya, maka di file "trench.gmt" tersebut kita tambahkan "-Sf0.4i/0.08i+r+t" (tanpa tanda petik) pada segmen yang kita inginkan untuk menentukan arah vektor ke kanan. Setelah itu, pada segmen selanjutnya harus kita tambahkan "-Sf0.4i/0.08i+l+t" (tanpa tanda petik) untuk mengembalikan arah vektor ke kiri.